Sinopsis Buku
Perkembangan kognitif merupakan salah satu aspek perkembangan manusia yang berkaitan dengan aktivitas atau proses psikologis mulai dari proses penginderaan (melihat, mendengar, mengecap, mencium, serta menyentuh), memberi makna pada proses penginderaan, serta mengingat benda atau kejadian). Aktivitas psikologis ini memungkinkan seseorang untuk memberikan atensi (perhatian), melakukan konsentrasi, melakukan koordinasi mata dan tangan, memperoleh pengetahuan (terkait dengan konsep dasar seperti warna, bentuk, ukuran, volume, hubungan antara satu hal dengan hal lain), memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan merencanakan masa depan.
***
Pendekatan perkembangan kognitif memberikan penekanan khusus pada proses anak membangun pemikiran dan pengetahuan merek? 10/48 Pendekatan ini sangat fokus pada proses perubahan berpikir tahap ke tahap perkembangan selanjutnya (Santrock, 2014). Teori perkembangan kognitif yang paling sering digunakan adalah teori dari Piaget. Perkembangan kognitif ini meliputi tahap sensori motor (0-2 tahun), tahap pre-operasional (2-7 tahun), tahap operasional konkrit (7-11 tahun) dan tahap operasi formal (11 tahun ke atas).
Pada tahapan sensori motor, anak mulai beradaptasi dengan lingkungan dan orang lain di sekitarnya, mulai dari mengenali bahasa melalui indera pendengaran, meningkatkan perkembangan sosial-emosional dan juga kemampuan intelektualnya. Semua hal yang dipelajari anak pada usia ini dieksplorasi melalui indera-indera pada tubuh. Selanjutnya pada tahap pre-operasional, anak-anak mulai menggunakan benda untuk menggambarkan benda yang lebih konkrit.
Kegiatan ini biasanya dilakukan anak melalui kegiatan bermain pura-pura (pretend play). Pada tahapan ini juga, perkembangan bahasa, imajinasi, berpikir dan menyelesaikan masalah meningkat dengan pesat. Dilanjutkan pada usia 7-11 tahun (tahap konkrit operasional), anak sudah mulai mampu untuk mengerti mengenai logika berpikir seperti menyelesaikan soal matematika sederhana. Di akhir tahap, setelah umur 7 tahun anak akan memulai untuk berpikir dan memecahkan masalah abstrak. Kegiatan ini terlihat dari kemampuan anak memecahkan masalah yang sulit dan abstrak misalnya berpikir tentang masa depan yang ingin ia ambil.